Kehidupan Talenan

Jenis Sayuran Organik yang Mudah Ditanam di Rumah

ANGKAT.ID – Sayur organik adalah jenis kategori sayur yang tumbuh tanpa menggunakan pupuk kimia sintetis, pestisida (pembasmi hama), herbisida (pembasmi gulma). Bibit tanaman yang direkayasa, dan radiasi tertentu untuk membasmi hama.

Jenis sayur ini hanya menggunakan pupuk alami yang berasal dari kompos atau kotoran hewan, dan pembasmi hama alami seperti bakteri pemakan jamur, serangga yang memakan serangga lain, atau minyak tumbuhan.

Perbedaan Sayur Organik dengan Sayur Biasa

Ada banyak sekali perbedaan antara sayur organik dan biasa. Bagi Anda penyuka sayuran organik. Sudah tentu sudah mengatahui bahwa banyak sekali keunggulan atau keuntungan yang Anda dapatkan jika mengkonsumsi sayuran ini dibanding sayuran biasa. Sayur organik dianggap lebih aman karena diduga tidak memiliki residu pestisida sebanyak sayur biasa. Hal ini masih perlu dipastikan lagi dengan standar batas residu pestisida yang aman di Indonesia.

Dilansir dari alodokter.com, berikut ini beberapa perbendaan antara sayur organik dan biasa. Selain terasa lebih enak, sayur organik diduga memiliki tingkat kandungan nutrisi yang lebih tinggi (vitamin C, mineral tertentu, dan antioksidan). Namun sebenarnya keunggulan di atas juga masih belum bisa dipastikan karena informasi yang ada mengenai keuntungan mengonsumsi sayur organik dibanding sayur biasa dan dampaknya bagi kesehatan masih sangat terbatas.

Jika Anda tertarik mencoba sayur organik, pilihlah kelompok sayuran yang biasanya memiliki jumlah residu pestisida yang besar dibandingkan sayuran atau buah-buahan lain, salah satunya kentang. Beberapa sayur atau buah-buahan lain yang juga banyak menyimpan residu pestisida adalah kacang hijau, kacang polong, daun bawang, labu, bayam, paprika, seledri, selada, apel, pir, stoberi, persik, raspberi, beri hitam, dan anggur yang diimpor. Jika ingin membeli jenis organik, pilihlah jenis buah dan sayur di atas agar terhindar dari residu pestisida yang bisa berbahaya bagi kesehatan.

Meskipun dipercaya lebih aman, ternyata beberapa risiko juga muncul dalam tanaman organik. Kondisi tanah di lahan organik yang bebas pestisida dan zat kimia lain ditakutkan dapat menjadi tempat hidup yang baik bagi bakteri. Hal ini dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri E.coli pada sayur organik. Selain itu, beberapa tanaman seperti kentang dapat memproduksi pestisida alami untuk mempertahankan diri saat menghadapi hama. Tidak adanya bantuan dari pestisida kimia dikhawatirkan dapat meningkatkan produksi pestisida alami yang dikhawatirkan juga dapat membahayakan kesehatan manusia.

Apa pun pilihan sayuran yang Anda pilih, para ahli berpendapat, hal yang terpenting yang harus dipikirkan adalah jumlah sayur atau buah yang dikonsumsi, kebersihan, dan kesegarannya. Organik atau bukan, pastikan Anda memenuhi angka kebutuhan gizi standar harian dari sayur, yaitu 1600-2000 kalori, misalnya dengan mengonsumsi setengah cangkir jus sayuran setiap hari. Jika jumlah asupan ini terpenuhi, maka manfaat yang Anda dapatkan akan jauh melebihi bahaya yang dapat ditimbulkan termasuk akibat paparan residu pestisida.

Jangan lupa mencuci terlebih dulu semua sayuran dan buah-buahan, tanpa sabun, dan di bawah air yang mengalir untuk menghilangkan kotoran, bakteri, dan residu pestisida. Jika tidak dicuci, bakteri yang ada pada kulit sayur atau buah dapat masuk ke dalam daging buah ketika Anda memotong sayuran atau buah tersebut.

Kupas dan buanglah lapisan terluar dari sayuran, seperti selada dan kol. Makanlah sayur organik atau buah-buahan ketika masih segar, karena beberapa nutrisi bisa teroksidasi jika terlalu lama berada di kulkas atau didiamkan, sehingga bisa menghilangkan manfaatnya.

Jenis-Jenis Sayuran Organik yang Bisa di Tanam di Rumah

Bayam

Bukan hanya Popeye yang perlu kandungan zat besi tinggi dari bayam, tetapi juga anak-anak kita. Kandungan penting dari bayam adalah zat folat, vitamin A, dan flavonoid, zat pencegah kanker. Bayam organik sangat baik untuk bayi yang baru mengenal makanan semi lunak.

Cabai

Nah, kalau yang satu ini seharusnya sudah dimulai dari dulu. Cabai merah atau cabai rawit adalah komoditas utama yang dikonsumsi mayoritas rumah tangga di Indonesia. Harga cabai selalu mengalami fluktuasi dan tidak dapat diprediksi. Kenapa tidak ditanam sendiri saja di rumah? Selain bebas pestisida, para ibu pun tidak perlu repot saat harga cabai melampaui harga daging sapi per kilonya.

Caisim (Sawi)

Sayuran organik yang satu ini dijamin tidak menimbulkan rasa pahit dan mudah dicerna oleh anak-anak. Caisim atau sawi manis dapat dikonsumsi sebagai campuran banyak makanan seperti mi goreng, nasi goreng, atau makanan lain yang akan membangkitkan selera makan anak. Caisim kaya serat, vitamin A, C dan E.

Kangkung

Maraknya isu lintah pada kangkung tidak pernah terbukti secara medis. Jika masih khawatir dengan adanya lintah pada kangkung air, mengapa tidak menanam di halaman sendiri?

Sama halnya dengan bayam, tanaman ini sudah dapat dinikmati tidak lebih dari 6 minggu setelah ditanam. Manfaat kangkung organik beragam di mana sayur ini mengandung vitamin A, C dan B kompleks, sehingga ketiganya berkontribusi menyumbang energi untuk tubuh. Jadi, jangan pernah percaya jika mengkonsumsi kangkung membuat Anda jadi mengantuk.

Kailan

Siapapun yang memiliki sayuran organik yang satu ini, mereka bisa menciptakan menu ala Canton yang sangat lezat. Selain kaya vitamin A, kailan sangat bermanfaat untuk mencegah kanker karena kandungan isotiosianatnya yang tinggi. Jika ingin anak kita ikut menikmatinya, coba tanam baby kailan karena mereka tidak akan menolak. Apalagi jika disajikan dengan tepat.

Sumber: https: Futuready.com

Related posts

6 Jenis Potongan Sayuran Wajib Diketahui

Ahmad Fauzi

Keuntungan Makan Makanan Pahit untuk Kesehatan Tubuh

Ahmad Fauzi

Percaya Gak? 7 Makanan Ini Bisa Bikin Kamu Cepat Lupakan Mantan

Ahmad Fauzi